| Rekomendasi |
- Sari Laut Bang. E. Edot/Roestam
Jl. Sanggrahan no. 25, Depan Komplek BPPT Jakarta Barat Tel : 081314646733
|
|
|
Let’s go to da west! Yapss..Petualangan makan kali ini adalah mengincar menu seafood yang banyak direkomendasikan dan rame di area Jakarta Barat. Tepatnya di Jl. Sanggrahan no. 25, depan Komplek BPPT. Namanya
Sari Laut atau lebih dikenal sebagai
Seafood Bang Edot. Sebagian warga Jakarta masih ada yang suka makan seafood pinggir jalan, sebagian lagi tidak. Kalaupun iya, pasti hanya di beberapa tempat yang sudah terjamin rasanya. Dan Bang Edot, upss...seafood Bang Edot maksudnya...pasti sudah terjamin rasanya!
Selepas adzan Maghrib berkumandang temanmakan.com datang dan bisa bebas memilih tempat duduk. Baru saja mendaratkan diri di kursi, satu per satu meja di kanan, kiri, depan, dan belakang cepat sekali terisi. “Di sini memang termasuk rame,” kata salah satu teman yang merekomendasikan. Mendengar hal itu maka cepat-cepat saja memesan makanan. Tidak ada yang khas sekali di seafood Bang Edot ini, tapi akhirnya diputuskan juga beberapa menu yang akan masuk perut malam itu.
Kepiting Saos Padang,
Kerang Hijau Rebus,
Udang Goreng Tepung,
Cumi Asam Manis,
Cumi Bakar Kering, dan
Cah Kangkung Polos.
Whoaahhh...dari namanya aja udah kebayang-bayang...Menu yang pertama kali keluar adalah Kerang Hijau rebus. Beberapa cangkang kerang hijau sudah ada yang terbuka lebar dan bisa langsung comot, namuan ada juga yang ngbandel..Mungkin waktu direbusnya tertimpa dengan yang lain jadi tidak bisa merekah dengan indah. Dicocol dengan saus kacang, saos sambal, dan perasan jeruk nipis. Hmm..Kalau dimakan tidak pakai nasi sudah cukup bisa dikatakan sebagai appetizer nih..
Kloter kedua adalah serangan udang dan cumi-cumi. Tapi sayang ketika datang...Ahhh, kecewa sekali dengan porsinya...Satu porsi rata-rata hanya berisi 5-6 potong udang atau cumi. Murah siih, tapi ini sih sudah bakal ludes di satu orang saja. Hmmm...berarti triknya, kalau sedang beramai-ramai memang harus pesan lebih dari satu porsi. Tapi enaknya, bisa pesan menu udang atau cuman yang berbeda-beda jenisnya. Jadi tidak ada yang terbuang, namun semua rasa bisa tercicipi. Udang Goreng Tepungnya gendut-gendut. Tapi gendut tepung...haha, tidak terlalu mengecewakan sih...Kalau mau lebih nikmat bisa dicocol dengan saus Cumi Asam Manis. Daging cumi empuk dan tebal, plus sausnya itu bisa meluruh di atas nasi. Oya, kalau tidak mau yang berkuah-kuah bisa coba Cumi Bakar Kering. Menurut temanmakan.com, kalau disajikan dalam bentuk sate pasti lebih unik dan terasa residu bakarnya. Sudah habis-habisan makan seafood, jangan lupa Cha Kangkung Polos untuk menambah serat di perut.
Sekarang mari beralih ke jagoan satu ini, Kepiting Saos Padang!! Horeee...Menutup kekecewaan mata yang sebetulnya tidak kekecewaan perut juga sih ketika melihat cumi dan udang dengan jumlah yang sedikit dalam satu porsinya, maka Kepiting Saos Padang layaknya raja di meja makan membumbung sendirian dan menggoda untuk, bukan sekedar dicolek, tapi diserbuuu...
Dalam satu porsi ini, terdiri dari dua kepiting, saosnya terasa mewarnai daging yang harus diperjuangkan mengambilnya. Sudah begitu, beberapa bagian sudah diremukkan jadi lebih mudah. Hati-hati, memakannya...Bisa-bisa ia loncat ke baju, seperti yang temanmakan.com alami...Huhu...Dagingnya empuk dan lembut, kalau susah mengorek bagian terdalam, minta garpu kecil saja. Oya, saos padang yang melumuri juga berlimpah, bisa juga jadi cocolan menu lainnya.
Namanya juga di pinggir jalan, fasilitas lainnya jadi kurang memadai, apalagi toilet! Tidak ada toilet yang menyertai warung seafood ini. Sebetulnya sih ada, tapi sungguh tidak layak pakai. Lebih baik jalan beberapa meter sedikit ke Masjid, nahh...disini lebih puas. Tapi kalau sekedar cuci tangan ada tempatnya kok, nanti diguyur pakai air yang disediakan di ember besar, sabun cuci tangan juga disediakan.
Sari Laut aka Seafood Bang E. Edot/Roestam buka setiap hari menjelang Maghrib. Di sepanjang jalan yang sama, banyak sekali restoran seafood yang juga menawarkan tempat yang lebih nyaman dan tertata rapi. Namun Bang Edot tetap bisa bertahan karena harganya yang murah, rata-rata cukup menghabiskan sekitar Rp 30.000-40.000,-, rasanya yang tidak murah, dan ciri khas warung pinggir jalan. Rame, riweh, tapi bersahabat.
Ohya, ada kejadian lucu yang menimpa salah satu temanmakan.com. Ketika semua sudah selesai makan, maka kami asik mengobrol. Salah satu teman kami ini sedang pergi mencuci tangan, ketika ia kembali wajahnya kebingungan. “Kursi gue mana?” Wealaahhh...ternyata saking ramenya kursi yang ia duduki sudah hilang diambil ke meja lain, padahal temanmakan.com sendiri duduk tepat di depannya dan tidak sadar ada yang mengambil!